Khatib Idul Fitri 1446 H, Ustad Hasanuddin: Agungkan Allah, Perkuat Ketakwaan

Dwitiro (Humas Desa) -- Umat Muslim merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan penuh suka cita. Dalam khutbah Idul Fitri yang disampaikan oleh Ustad Hasanuddin, D S.Pd, beliau mengajak jamaah untuk menjadikan momen ini sebagai waktu untuk mengagungkan Allah SWT dan memperkuat ketakwaan. Berlangsung di Lapangan Karadepa Salu Salu, Senin, 31 Maret 2025.

"Momentum Idul Fitri menjadi waktu yang tepat mengumandangkan takbir sebagai wujud mengagungkan Allah SWT. Allah-lah zat yang paling besar, di hadapan-Nya kita semua kecil dan tidak ada apa-apanya," ujar Ustad Hasanuddin dalam khutbahnya.

Beliau juga mengutip tiga ayat dalam Surat Al-Mu’minun yang mengingatkan bahwa semua berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya. "Kita berasal dari kondisi lemah dan akan kembali menjadi lemah. Kita berasal dari ketiadaan dan akan kembali kepada ketiadaan. Bekal utama yang harus kita bawa untuk menghadap Allah bukanlah harta, pangkat, atau jabatan, melainkan ketakwaan, yakni melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya."

Selain itu, Ustad Hasanuddin juga mengajak umat Islam untuk saling memaafkan, terutama kepada kedua orang tua yang telah berjuang demi kesuksesan anak-anaknya. 

"Jika kedua orang tua kita sudah tiada, mari kita doakan mereka agar dosa-dosanya diampuni oleh Allah SWT," tambahnya.

Di akhir khutbahnya, beliau menyampaikan pesan perpisahan dengan bulan Ramadan. "Selamat jalan, Ramadhanku. Semoga kita bisa berjumpa kembali di tahun-tahun yang akan datang."

Khutbah tersebut mendapat sambutan hangat dari jamaah yang hadir, yang merasakan makna mendalam dari pesan yang disampaikan. Hari Raya Idul Fitri menjadi momen yang tidak hanya penuh kebahagiaan, tetapi juga sarat dengan renungan spiritual bagi setiap Muslim.