Hasil Musyawarah, Shalat Idul Adha 1447 H di Desa Dwitiro Dilaksanakan di Masjid-Masjid

Dwitiro (Humas Desa) - Pemerintah Desa Dwitiro bergerak cepat melakukan langkah antisipasi menghadapi musim penghujan. Melalui Rapat Koordinasi (Rakor) yang digelar di Kantor Desa Dwitiro pada Jumat, 22 Mei 2026, telah disepakati bersama bahwa pelaksanaan Shalat Hari Raya Idul Adha 1447 H / 2026 Masehi akan dialihkan ke masjid-masjid.

Keputusan penting ini diambil berdasarkan pertimbangan kondisi cuaca ekstrem yang saat ini sulit diprediksi demi kenyamanan dan kekhusyukan para jemaah dalam beribadah.

Kepala Desa Dwitiro, Drs. Muhammad Carda, menyampaikan bahwa kebijakan tersebut merupakan hasil musyawarah bersama yang melibatkan berbagai unsur keagamaan dan tokoh masyarakat desa, guna merespons tingginya curah hujan akhir-akhir ini.

"Kondisi cuaca saat ini tidak dapat diprediksi dan kita sudah memasuki musim penghujan. Oleh karena itu, berdasarkan hasil musyawarah bersama, kita putuskan pelaksanaan Hari Raya Idul Adha tahun ini dilaksanakan di masjid-masjid," ujar Muhammad Carda di hadapan para peserta rapat.

Kendati demikian, Kepala Desa menegaskan bahwa kebijakan pengalihan lokasi ibadah ke dalam masjid ini bersifat situasional dan hanya berlaku untuk tahun ini saja.

"Hal ini (shalat di masjid) kita sepakati untuk tahun ini saja karena faktor cuaca. Insya Allah, tahun depan jika kondisi cuaca sudah mendukung, kita akan kembali melaksanakannya secara terpusat di lapangan Karadepa Salu-Salu," tambahnya.

Langkah responsif yang diambil oleh Pemdes Dwitiro ini menuai respons positif dari masyarakat. Pengalihan tempat ke masjid dinilai sebagai keputusan yang sangat bijak agar kekhusyukan ibadah kurban tahun ini tetap terjaga tanpa perlu khawatir akan gangguan hujan.

Rapat koordinasi yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh perangkat desa, jajaran BPD, tokoh agama, serta para pengurus masjid se-Desa Dwitiro.